Halaman

Tanaman buah menjadikan rumah anda enak dipandang,udara segar, buah melimpah dan masa tua menjadi lebih bermakna - Keboen Eyank Nursery Jl. Setia Budi No. 36 Sragen-Indonesia Telp. 0813 2994 1404

Rabu, 03 Agustus 2011

PLUM (prunus domestica)




Si Hitam Manis Dari Cina Tumbuh di Sragen










Sragen - Buah yang satu ini dipercaya sebagai buah asli dari Asia. Warnanya yang ungu kehitaman selain menyimpan kelezatan tersendiri juga memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Penasaran dengan buah yang satu ini?Buah plum yang memiliki nama latin Prunus Domestica ini memiliki sekitar 2000 varietas yang berasal dari berbagai negara. Tak heran jika buah plum memiliki karakteristik, bentuk, dan ukuran yang berbeda-beda. Salah satu diantaranya adalah black plum yang asli berasal dari Cina.Pohon buah plum yang tinggi biasanya bermekaran pada saat musim semi. Di Cina black plum tumbuh banyak di provinsi Zhejiand, Fujian, dan Yunnan. Dalam mitologi Cina buah plum memiliki simbol khusus yang melambangkan kearifan, keabadian, dan kebangkitan. Black plum biasanya dipanen saat buah ini belum matang kemudian diperam dalam temperatur rendah hingga kulitnya berubah menjadi kehitaman atau gelap. Tekstur buah yang krenyes-krenyes berair ini tak hanya rasanya rasanya yang manis namun memiliki segudang manfaat kesehatan. Black plum yang sudah masak selain dimakan segar juga dimanfaatkan untuk membuat saus atau minuman. Sedangkan black plum yang belum masak biasanya digunakan untuk membuat cuka. Di Cina sana black plum juga digunakan untuk pengobatan sejumlah penyakit. Ini disebabkan karena black plum mengandung sumber vitamin C yang tinggi, asam malat, asam oksalat, dan tanin.Selain mengandung Vitamin C yang tinggi, black plum juga mengandung antioksidan. Bahkan menurut sebuah penelitian di Cina, ekstrak black plum juga bisa melawan pertumbuhan dari sejumlah kuman atau bakteri seperti meningococcus, typhoid bacillus, dan bacillus anthracis yang bisa menimbulkan penyakit.


(Disadur dari Detik.com, Judul : Si Hitam Manis Dari Cina, Penulis : Devita Sari - detikFood

0 komentar: