Hormon pertumbuhan Auksin (Kemasan botol 100 ml Rp. 35.000 Belum termasuk Ongkos Kirim)
Disadur dari infomedia.com
Auksinadalah salah satu hormon tumbuh yang tidak terlepas dari proses pertumbuhan dan perkembangan (growth and development) suatu tanaman. Kata Auksin berasal dari bahasa Yunani auxein yang berarti meningkatkan. Sebutan ini digunakan oleh Frits Went (1962) untuk senyawa yang belum dapat dicirikan tetapi diduga sebagai penyebab terjadinya pembengkokan koleoptil kearah cahaya.
Auksin yang ditemukan Went diketahui sebagai asam indolasetat (IAA). Selanjutnya nama auksin digunakan untuk nama kelompok hormon dan zat pengatur tumbuh yang menimbulkan respon khas IAA. Tumbuhan sendiri mengandung 3 senyawa lain yang mirip dengan IAA baik struktur maupun respon yang diakibatkannya dan digolongkan sebagai auksin alami contohnya adalah Asam 4-kloroindolasetat (4-kloroIAA) yang banyak ditemukan pada biji muda kacang-kacangan, Asam phenilasetat (PAA) terdapat pada kebanyakan tanaman, dan Asam indolbutirat (IBA) ditemukan pada daun jagung dan berbagai jenis dikotil.
Peran fisiologis auksin adalah mendorong perpanjangan sel, pembelahan sel, diferensiasi jaringan xile dan floem, pembentukkan akar, pembungaan pada bromeliaceae, pembentukan buah partenokarpi, pembentukkan bunga betina pada pada tanaman diocious, dominan apical, response tropisme serta menghambat pengguran daun, bunga dan buah. Peranan Auksin dalam aktifitas kultur jaringan auksin sangat dikenal sebagai hormon yang mampu berperan menginduksi terjadinya kalus, menghambat kerja sitokinin membentuk klorofil dalam kalus, mendorong proses morfogenesis kalus, membentuk akar atau tunas, mendorong proses embriogenesis, dan auksin juga dapat mempengaruhi kestabilan genetik sel tanaman.
Efek paling penting auksin adalah
1. pembesaran sel, dengan cara membuat dinding selulosa menjadi kenyal, meningkatkan potensi osmotic cairan sel, anyaman dinding fibril selulosa yang menyusun kerangka dinding sel menjadi kendor, memacu penambahan fibril selulosa.
2. Dominansi apical , bila kuncup ujung dibuang, maka akan merangsang mata tunas samping untuk tumbuh.
3. Auksin terlibat dalam berbagai tahapan reproduksi seperti serbuk sari, buah dan biji. Tanaman bisa menghaslkan buah tanpa biji.
Peranan auksin
1) Pengembangan Sel :, adanya pertumbuhan yg cepat, meningkatkan permeabilitas sel (kehadiran auksin meningkatkan masuknya difusi air), fase pertumbuhan ada dua yaitu fase pembelahan dan vase pelebaran (ada pada fase vakualisasi. Pada fase pelebran sel selain mengalami keregangan juga mengalami penebalan dalam pembentukkan material-amaterial dd sel baru, auksin menghalangi ion Ca2+ dalam pengerasan dd sel/ pektinase, sehingga dinding sel menjadi lunak.
2) fototropisme, sel yang tdk tersinari kandungan auksinnya lebih tinggi, maka akan terjadi pembengkokan menuju arah sinar. apabila bag koleoptil disinari.
3) geotropisme, transportasi auksin kea rah bwh akibat pengaruh geotropisme., tan yag diletakkkan mendatar, bag bawahnya mengandung auksin lebih tinggi.
4) apical dominant. Apabila pucuk daun dibuang, maka akan mendoron pertumbuhan tunas laterall/samping
5) perpanjangan akar. Apabila akar di bang tidak akan mempengaruhi pertumbuhan akar. Pemberian auksin yang tinggi akan menghambat pemanjangan akar, tetapi meningkatkan jumlah akar.
6) Pertumbuhan batang (stem growth), Bila ujung koleoptil di buang, opertumbuhan berhenti, kandungan auksin tertinggi di pucuk.
7) partenocarpy (pembentukan buah tanpa biji). Pertumbuhan ddg ovary dapat dirangsang dengan adanya auksin.
8) pertumbuhan buah, Pemberian auksin dapat memperbesar ukuran buah, pertumbuahan buah bisa lebih cepat.
Sumber : Materi Biologi Online
PENJELASAN TAMBAHAN UNTUK PEMAKAIAN LANGSUNG HORMON TANAMAN
(detik Forum, April 2010)Hormon Tanaman: Auksin, Sitokinin, Giberelin, ColchicinKonsentrasi hormon: 10 mg dalam 100 ml atau 100 ppm.Bila diencerkan dengan 1 liter air, maka konsentrasinya menjadi 10 ppmKonsentrasi pada saat penyemprotan adalah: 0,01 ppm.
Pemakaian:
1. Hormon dalam kemasan tersebut adalah hormone murni. Larutkan 100ml hormone dengan 900 ml aquadest hingga volumenya menjadi 1000 ml atau 1 liter. Kocok hingga tercampur merata. Konsentrasi hormone dalam larutan ini adalah 10 ppm.
2. Simpan larutan hormone di tempat yang terlindung, sejuk, dan tidak terkena sinar matahari langsung.
3. Jika akan dipakai untuk disemprotkan ke tanaman. Larutkan setiap 1 ml hormone ke dalam 1 liter air bersih dan diaduk hingga tercampur merata.
4. Semprotkan larutan hormone ke bagian tanaman.
Kegunaan Hormon:
• Auksin berguna untuk merangsang pertumbuhan akar dan menguatkan akar
• Sitokinin berguna untuk merangsang pembentukan tunas, memperkuat dan memperbesar batang.
• Giberelin bergunan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan.
• Colchicine berguna untuk membuat tanaman menjadi variegate, dan tanaman berkembang biak dengan cepat.
• Hormon colcichine berguna untuk cultur jaringan, membuat tanaman hias menjadi varegata dan tanaman buah, padi, melon, sawit, dan lain lain, buahnya menjadi lebih besar dan lebat.
Cara Pemakaian:
Hormon colchicine untuk membuat tanaman menjadi varegata. Caranya : rendam akar tanaman ke dalam hormon yang sudah dicampur air selama 20 menit. Kemudian tanam. Sisa hormone disemprotkan ke media kea rah akar hingga merata. Terus lakukan 3-4 hari sekali sampai muncul varegata, kemujdian teruskan sampai menjadi varegata seperti yang diinginkan.Untuk tanaman sawit, padi, melon, jagung, kacang, kedelai dan lain-lain, rendam bibit dengan colcicin selama 24 jam. Kemudian bibit langsung disemaikan (untuk padi) atau langsung ditanam untuk jagung, kelapa sawit, melon dan lain-lain. Kalau mau pakai hormone colchicin harus pakai kaus tangan dan masker, karena kalau kena kulit bisa menjadi sakit kulit. Permakaian hormon auksin untuk tanaman hiasSemprotkan pada media ke arah akar, tiap 3-4 hari sekali sampai beberapa kali, lanjutkan dengan pemupukan. Untuk Padi, Jagung, Melon, Kelapa Sawit, disemprotkan kea rah akar, ketika bibit sudah mulai tumbuh. Dipakai 3-4 kali penyemprotan saja.Pemakaian hormone sitokinin untuk tanaman hiasSemprotkan pada bagian akar dan batang, tiap 3-4 hari sekali beberapa kali (3-4 kali) setalah beberapa hari sampai 1 minggu pemakaian hormon auksin, lanjutkan dengan pemupukan bila perlu. Untuk tanaman padi, jagung, melon, kelapa sawit dan lain-lain, semprotkan hormone sitokinin ke arah akar tanaman tiap 3-4 hari (3-4 kali saja), setelah beberapa hari pemakaian hormon auksin. Lanjutkan dengan pemupukan dan perawatan. Hormon giberelin dipakai untuk tanaman hias yang berbunga Semprotkan pada arah akar dan tunas, tiap 3-4 hari sekali (3-4 kali saja) saat tanaman hias diperkirakan sudah akan tumbuh bunganya, Lanjutkan dengan pemupukan.Maka tanaman hias akan cepat tumbuh bunganya.Untuk tanaman padi, melon, kacang-kacangan, kedelai, kelapa sawit dan lain lainnya, hormone giberelin disemprotkan kira-kira umur tanaman tersebut sudah akan mulai keluar buahnya. Semprotkan hormone giberelin 3-4 hari sekali (3-4 kali saja), dengan pacuan hormon giberelin dan hormone colchicine untuk merendam bibit, maka tumbuhnya buah akan lebih besar-besar dan lebih lebat. Untuk tanaman buah buahan, randam akar cangkokan tanaman pada larutan colchicine-air selama 20-25 menit, kemudian tanam. Lanjutkan dengan pemakain hormone auksin dan msitokinin. Cara penyemprotannya seperti pada tanaman padi, jagung, melon, kelapa sawit dan sebagainya. Lanjutkan dengan pemupukan dan perawatan. Saat tanaman buah buahan diperkirakan sudah akan mulai berbuah, pacu keluarnya buah dengan hormon giberelin. caranya Tertibkan penyiraman, hingga banyak tumbuh tunas. Beri kejutan pada tanaman. Dengan tidak menyiramnya beberapa hari, sehingga daunnya rontok. Kemudian semprotkan hormone giberelin 3-4 hari sekali (3-4 kali saja). Setelah itu pacu dengan penyiraman secukupnya. Maka bunga buah-buahan akan cepat tumbuh.
Ingat: sifat hormon hanyalah merangsang, jadi tidak dipakai secara terus menerus, hanya beberapa kali saja (4,5,6 kali saja).